Di Desa Ngawenombo, Daun Kelor Diolah Menjadi Makanan Bernutrisi Tinggi

Banyak pengunjung dari luar negeri ke Kampung Konservasi Kelor, Desa Ngawenombo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. (Foto: Kemendesa)

Kunduran – Ada hal yang menarik di Desa Ngawenombo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Masyarakat di desa ini berhasil memanfaatkan daun kelor dan melakukan konservasi daun kelor menjadi makanan dengan nutrisi tinggi.

Desa ini kemudian menjadi  Kampung Konservasi Kelor dan sering didatangi pengusaha dari berbagai negara. Pengusaha dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Myanmar, Korea, negara-negara Afrika, Eropa hingga Amerika datang ke desa ini hanya untuk belajar kelor dan pengolahannya. Meskipun Kampung Konservasi Kelor terletak di tengah area persawahan yang jauh dari pusat Kabupaten.

Pada 2011, Ai Dudi Krisnadi, warga setempat, merintis Kampung Konservasi Kelor dengan mendirikan Moringa Organik Indonesia. Dia mengembangkan pusat budidaya tanaman kelor (moringa oleifera) di atas lahan seluas 3 hektar. Di lokasi itu, dia juga membangun Puri Kelor Indonesia (Kelorina) sebagai pusat pendidikan dan pelatihan budidaya kelor.

Usaha budidaya daun kelor pernah membawanya mendapat penghargaan  penghargaan dari Jerman karena telah menemukan cara mengunci nutrisi kelor terbaik di dunia. Sehingga meskipun telah diolah, nutrisi kandungan gizi produk “Kelor Blora” tetap tinggi.

Kampung Konservasi Kelor terus berinovasi dengan mengembangkan nutrisi berbahan baku kelor untuk media hidroponik/aquaponik. Sayuran dan ikan menerima asupan gizi/pakan ini terbukti benar-benar sehat, bahkan kambing dan ayam yang memakan pakan ternak hasil olahan dari kelor disebut kambing/ayam organik.

Kampung Konservasi Kelor

Kelor Blora mengandung 18 asam amino yang dibutuhkan untuk membangun tubuh yang sehat dan bugar. Kandungan asam aminonya paling tinggi dibandingkan dengan sumber makanan lainnya. Sehingga sangat tepat untuk menangani gizi buruk.

Kampung ini memfasilitasi beberapa kegiatan bagi pengunjungnya. Tidak hanya diajari menanam kelor saja, tetapi mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, perawatan, panen hingga pengolahannya. Sehingga nutrisi kelor yang terkandung di dalam daunnya tetap terjaga dengan baik. Bahkan cara memasak kelor juga diajarkan, baik untuk sayuran, obat kesehatan, hingga aneka jajanan bergizi tinggi.

Selain mengolah kelor, di sini juga terdapat rumah hidroponik serta aquaponik yang memanfaatkan kelor sebagai pupuk utama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tumbuh-tumbuhan dan ikan. Beberapa sayuran dan ternak organik juga dihasilkan di sini seperti kambing dan ayam serta sayuran yang sudah memiliki label organik.

Add Comment